Oleh: H. A. JURAIDI MALKAN, MA – Dosen Pascasarjana Universitas PTIQ, dan UIN Jakarta.

 ….وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ…..

“….. Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan balasan/pahalamu …..” (QS. Ali Imran: 185)

Di antara rukun iman kita adalah percaya kepada adanya Hari Kiamat. Tidak sempurna iman sesorang kalau tidak mempercayai adanya hari Kiamat. Sesungguhnya kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya. Allah mengingatkan agar setiap diri  mempersiapkan untuk datangnya hari kiamat, sebagaimana firmanNya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (١٨)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah.  Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al-Hasyr: 18).

Menurut Syekh Muhammad Abduh di dalam Tafsir Al-Manar, pengertian لِغَدٍ (hari esok) meliputi hari esok di dunia dan hari esok di akhirat atau hari kiamat.

  1. Pengertian Hari Kiamat

 Hari kiamat adalah peristiwa kehancuran meyeluruh pada bumi dan alam semesta serta semua isinya. Pada hari kiamat, tak satupun planet yang tersisa, termasuk bumi. Allah berfirman:

يَوْمَ نَطْوِي السَّمَاءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ  وَعْدًا عَلَيْنَا  إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ (١٠٤)

(yaitu) pada hari Kami gulung langit seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama. Begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati. Sesungguhnya kamilah yang akan melaksanakannya”. (QS. Al-Anbiya: 104).

فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ نَفْخَةٌ وَاحِدَةٌ (١٣) وَحُمِلَتِ الأرْضُ وَالْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَاحِدَةً (١٤) فَيَوْمَئِذٍ وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ (١٥)

“Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup, dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat”. (QS. Al-Haqqah: 13-15).

Hari Kiamat menurut teori ilmu alam dikemukakan dalam penelitian daripara pakar ilmu alam seperti : Sir James Jeinz (astronom), mengatakan dalam buku “Bintang-Bintang dalam Perjalanannya” bahwa bulan itu akan mendekati bumi sedikit demi sedikit hingga kedekatan itu mengancam keselamatan bumi.

Hari kiamat adalah saat bumi terjadi dari gas yang berputar atau yang dinamakan chaos catastrope. Setelah diam, gas tersebut menjadi dingin. Gas yang berat tersebut mengendap ke bawah dan yang ringan berada di atas. Melalui proses evolusi yang panjang, gas yang berada di bagian luar kemudian mengeras menjadi batu, kerikil, pasir, dan lain sebagainya. Sementara itu, gas yang berada di bagian tengah masih dalam kondisi panas. Zat panas tersebut kemudian bercampur dengan lava, lahar, batu, dan pasir panas. Bumi yang beredar lantaran adanya daya tarik matahari terhadap bumi pun berkurang. Akibatnya, bumi akan bergeser dari matahari sehingga membuat putaran bumi semakin cepat dan akan mengalami nasib seperti meteor yang menyala atau hancur.

  1. Nama-nama Hari Kiamat
  2. As-sa’ah (Hari Kehancuran)

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا (٤٢)

“(orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kiamat, kapankah terjadinya?” (QS. An-Nazi’at:  42).

Ketika Malaikat Jibril bertanya kepada Nabi Muhammad SAW tentang rukun agama (Islam, Iman, dan Ihsan), dilanjutkan dengan pertanyaan kapan hari Kiamat (متى السا عة) ? Nabi Muhammad menjawab: “yang ditanya (al-mas-ul) tidak lebih mengetahui dari yang bertanya (As-sail).

Di dalam surat Al-Hajj: 1-2 juga digunakan istilah As-Sa’ah, dengan menjelaskan kedahsyatannya.

 يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ (١) يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُمْ بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ (٢)

 “Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu. Sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya”.

 Kedahsyatan hari Kiamat juga digambarkan dalam surah Al-Qari’ah, sbb:

الْقَارِعَةُ (١) مَا الْقَارِعَةُ (٢) وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ (٣) يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ (٤) وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ (٥)

“Hari kiamat. Apakah hari kiamat itu? tahukah kamu Apakah hari kiamat itu? pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan”. (QS. Al-Qariah: 1-4)

Banyak lagi ayat Al-Quran yang menggambarkan kedahsyatan hari Kiamat, di antaranya:

إِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ (١)وَإِذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْ (٢)وَإِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْ (٣)

“Apabila langit terbelah. Dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan. Dan apabila lautan menjadikan meluap”. (QS. Al-Infithar: 1-3).

 إِذَا زُلْزِلَتِ الأرْضُ زِلْزَالَهَا (١)وَأَخْرَجَتِ الأرْضُ أَثْقَالَهَا (٢)وَقَالَ الإنْسَانُ مَا لَهَا (٣)

“Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat). Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya.  Dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”. (QS. Al-Zalzalah: 1-3).

  1. Yaumul-Qiyamah (Hari Ditegakkan Kebenaran Janji Allah).

لا أُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَامَةِ (١)وَلا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ (٢)أَيَحْسَبُ الإنْسَانُ أَلَّنْ نَجْمَعَ عِظَامَهُ (٣) بَلَى قَادِرِينَ عَلَى أَنْ نُسَوِّيَ بَنَانَهُ (٤)

“Aku bersumpah demi hari kiamat, dan Aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri). Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? bukan demikian, sebenarnya Kami Kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna”. (QS. Al-Qiyamah: 1-4).

Ketika manusia meragukan kemampuan Tuhan untuk menyatukan kembali tulang belulang manusia yang berserakan, bahkan sudah menyatu dengan tanah, maka Allah menjawab:

بَلَى قَادِرِينَ عَلَى أَنْ نُسَوِّيَ بَنَانَهُ 

“Kami Kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna”. 

Jawaban Allah tersebut sangat jitu, dan sangat sesuai dengan ilmu pengetahuan modern. Allah seolah menegaskan, jangankan menyusun anggota tubuh manusia yang lain, sedangkan menyusun jari jemari saja bisa. Belakangan diketahui pada jari-jemari terdapat sidik jari yang membedakan manusia yang satu dengan manusia yang lainnya, meskipun miliyaran jumlahnya. Dengan demikian tidak usah ragu dengan hari dibangkitkannya kembali manusia dari dalam kuburnya atau alam barzakhnya.

 Yaumul Ba’ats (Hari Kebangkitan Manusia dari Alam Barzakh)

أَفَلا يَعْلَمُ إِذَا بُعْثِرَ مَا فِي الْقُبُورِ (٩) وَحُصِّلَ مَا فِي الصُّدُورِ (١٠) إِنَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ يَوْمَئِذٍ لَخَبِيرٌ (١١)

“Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur, dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada. Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka. (QS. Al-‘Adiyat: 9-11).

  1. Yaumud-diin (Hari Pembalasan)

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (١)الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (٢) الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (٣) مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (٤)

“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. yang Menguasai di Hari Pembalasan”. (QS. Al-Fatihah: 1-4).

Dalam Surat Al-Infithar ayat 17-19 Allah berfirman:

وَمَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الدِّينِ (١٧) ثُمَّ مَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الدِّينِ (١٨) يَوْمَ لا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِنَفْسٍ شَيْئًا وَالأمْرُ يَوْمَئِذٍ لِلَّهِ (١٩)

 “Tahukah kamu Apakah hari pembalasan itu? Sekali lagi, tahukah kamu Apakah hari pembalasan itu? (yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah”.

 Tujuannya

Untuk apa Allah menciptakan Hari Kiamat? Allah hendak memberikan balasan yang sempurna terhadap amal perbuatan manusia. Kalau balasan amal perbuatan manusia di dunia, pastilah belum sempurna. Ada pelaku kejahatan, tapi tidak tertangkap dan tidak  dihukum semestinya, bahkan bebas berkeliaran. Ada pelaku kebajikan tapi tidak mendapatkan imbalan yang setimpal atas kebajikannya. Itulah dunia. Tapi di hari Kiamat Allah akan sempurnakan balasan amal perbuatan manusia. Allah menegaskan:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ (١٨٥)

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati, dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”. (QS. Ali Imran: 185).

  1. Hikmahnya

            Hikmah mengimani adanya pembalasan yang sempurna di hari kiamat kelak antara lain sebagai berikut:

  1. Melahirkan sifat optimisme, seperti para pejuang, dan rakyat Palestina yang diinvasi dan agresi oleh zionis Israel dengan menghujani mereka dengan rudal secara membabi buta, tidak peduli terhadap bayi, anak-anak, perempuan, orang tua jompo yang tidak berdaya, tapi, mereka tidak gentar dan tidak takut dengan kematian, karena mereka optimis di balik dunia yang fana ini ada akhirat yang abadi. Mereka yang gugur sebagai syahid akan mendapat imbalan sorga, suatu kenikmatan yang tiada tara lagi abadi. Wal-akhiratu khairun-wa abqa.
  2. Memelihara sikap istiqamah dalam berbuat baik. Orang yang meyakini adanya hari kiamat sebagai hari pembalasan yang sempurna akan senantiasa berupaya menjaga perbuatan baiknya, dan tidak akan mengotorinya. Wallahu A’lam.

 

Bagikan ke: